Soppeng Target Swasembada Pangan, Wabup Soppeng Minta Percepatan Penyerapan Gabah dan Beras -->



Soppeng Target Swasembada Pangan, Wabup Soppeng Minta Percepatan Penyerapan Gabah dan Beras

Tri Wulan Jaya Yonk
Senin, 24 Maret 2025

Soppeng Target Swasembada Pangan, Wabup Soppeng Minta Percepatan Penyerapan Gabah dan Beras

Soppeng - Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penyerapan Gabah dan Beras Tahun 2025 di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng.

Rapat ini bertujuan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional melalui optimalisasi penyerapan gabah dan beras di Kabupaten Soppeng.

Kepala Cabang Bulog Soppeng, Faisal Armin, memaparkan target penyerapan Bulog hingga April 2025 sebesar 3 juta ton setara beras, dengan target khusus Kabupaten Soppeng mencapai 22.917 ton.

Namun, kata dia, kapasitas gudang Bulog Soppeng yang hanya 8.500 ton saat kosong, mengharuskan pemanfaatan gudang mitra penggilingan dan gudang sewa untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur penyimpanan.

Faisal Armin juga melaporkan realisasi pembelian gabah petani. Dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kg, Bulog Soppeng telah menyerap 6.861 ton gabah sejak 21 Februari 2025, melampaui target awal 5.895 ton.

Akan tetapi, penyerapan beras masih jauh dari target 19.770 ton, baru mencapai 15 ton. Meskipun target tersebut untuk setahun, percepatan swasembada pangan menuntut pencapaian target 19.770 ton beras pada bulan April 2025.

Diharapkan rapat ini dapat menghasilkan solusi untuk mempercepat penyerapan beras di Kabupaten Soppeng dan mencapai target swasembada pangan. Pertemuan ini diharapkan dapat membantu Bulog Soppeng dalam mempercepat penyerapan beras" ujarnya. 

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya beras, sebagai komoditas strategis. 

Ia juga mengapresiasi penetapan HPP gabah sebesar Rp6.500 per kg dan jagung Rp5.500 per kg oleh pemerintah, dengan pengawasan penyerapan gabah oleh TNI dan jagung oleh Kepolisian.



Untuk mengatasi kendala kapasitas gudang, Selle menyarankan pemanfaatan gudang milik mantan pengusaha penggilingan yang tidak beroperasi dan perluasan kemitraan Bulog dengan penggilingan beras skala menengah yang memiliki infrastruktur memadai.

Hal ini, kata dia, bertujuan untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh pelaku rantai distribusi. 

"Rapat ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkrit untuk mempercepat penyerapan beras dan mencapai target swasembada pangan di Kabupaten Soppeng. Sehingga, keberhasilan program ini akan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional," jelasnya.